BERAGAM TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR BERSIH

Posted by Admin 08/09/2016 0 Comment(s) blog,

Kemajuan teknologi dan kemajuan zaman ternyata mempunyai dampak baik juga dampak buruk. Salah satu dampak buruknya yaitu semakin minimnya stok air bersih karena banyak sumber air yang tercemar. Entah itu tercemar limbah pabrik, sampah, atau polusi udara. Selain itu meningkatnya pemanasan global juga menjadikan krisis air saat musim kemarau panjang. Air bersih bisa dikatakan kebutuhan pokok bagi setiap makhluk hidup. Saat ini air bersih semakin sulit dijumpai. Mungkin di daerah pedesaan masih bisa menemukan sumber air bersih. Namun di daerah perkotaan sangat sulit menemukannya. Karena itulah kini mulai banyak diluncurkan teknologi pengelolaan air bersih. Teknologi ini digadang-gadang menjadi solusi kelangkaan air bersih. Cara pengolahan air bersih juga cukup mudah untuk beberapa metode.

 

Teknologi Pengelolaan Air Bersih Tradisional Dan Modern


teknologi pengelolaan air bersihAda berbagai macam teknologi pengelolaan air bersih, mulai dari yang konvensional hingga teknologi yang modern. Untuk teknologi tradisional diantaranya saringan pasir lambat. Sedangkan teknologi modern seperti instalasi Biostar, Grey Water Bio Rotasi, Meralis, dan teknologi mesin ro masih banyak lagi. Pada dasarnya kita bisa melakukan pengolahan air bersih dengan teknologi sederhana. Salah satunya adalah dengan sistem saringan pasir lambat. Namun untuk pengolahan limbah menjadi air siap pakai, anda membutuhkan teknologi yang lebih mutakhir. Nah, untuk penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi tersebut, berikut ulasannya.

 

Saringan Pasir Lambat


Pengelolaan air bersih dengan sistem saringan pasir lambat cukup mudah dilakukan. Dan meskipun metode ini sederhana namun output air bersih yang dihasilkan mempunyai kualitas yang bagus. Salah satu keunggulan dari teknologi pengelolaan air bersih ini adalah tidak menggunakan bahan kimia yang berperan sebagai zat pengendap. Sesuai namanya sistem ini hanya menggunakan pasir sebagai bahan baku pengolahan. Dinamakan pasir lambat karena daya saringnya hanya mempunyai kecepatan 5-10 m3/m2 setiap harinya. Mula-mula air kotor dialirkan dalam tangki penampungan. Selanjutnya diendapkan tanpa penambahan koagulan. Setelah mengalami proses pengendapan selanjutnya dialirkan dalam pasir lambat. Tahapan berlanjut dengan proses khlorinasi dan ditampung dalam penampungan air bersih. Baru setelahnya bisa digunakan oleh konsumen.


Pasir yang digunakan berfungsi menyerap kotoran yang terkandung dalam air. Baik kotoran organik maupun anorganik, keduanya dapat tertambat dan membentuk lapisan biologis (film). Ternyata lapisan tersebut dapat menghilangkan kotoran seperti amonia konsentrasi rendah, mangan, zat besi, dan zat lain yang dapat menimbulkan bau pada air. Karena itulah air yang dihasilkan dari pengolahan ini mempunyai kualitas bagus. Teknologi pengelolaan air bersih ini sangat cocok untuk memproses air dengan tingkat kekeruhan rendah. Namun jika air sangat keruh bisa menambahkan koagulan. Selain menghasilkan air bersih berkualitas, teknologi ini juga cukup murah.

 

Desalinasi Air Laut


Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut. Potensi besar inilah yang dapat ditindak lanjuti sebagai solusi kelangkaan air bersih. Teknologi pengelolaan air bersih dengan desalinasi yaitu mengubah air laut menjadi air bersih yang siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun tahapan intinya adalah pengambilan air laut, pengolahan awal, pemisahan garam, dan pengolahan akhir. Dalam pengambilan air laut biasanya menggunakan pipa yang diletakkan jauh dari pantai. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan air laut dengan kualitas baik. Selama proses menyedot air laut hanya menggunakan kecepatan rendah agar biota laut tidak terbawa. Selain menggunakan pipa, berapa praktek menggunakan sistem sumur.


Air laut yang diambil kemudian ditampung dalam bak penampungan awal. Selanjutnya dialirkan untuk membersihkan kotoran yang berukuran kecil hingga besar. Jika kotoran sudah hilang selanjutnya masuk dalam tahapan pemisahan kandungan garam. Pemisahan garam bisa dilakukan dengan proses pemisahan berbasis panas atau pemisahan berbasis membran. Setelah tidak ada kandungan garamnya, air ini sudah cukup bersih untuk digunakan. Namun ada juga yang melanjutkan dengan penambahan mineral pada proses akhir. Sehingga dihasilkan produk air bersih dengan kualitas air minum. Hampir sama dengan saringan pasir lambat, teknologi pengelolaan air bersih ini tidak menghabiskan biaya besar. Selain murah prosesnya hemat energi dan tentunya ramah lingkungan.

 

Biologically Purity (Biority)


Teknologi pengelolaan air bersih berikutnya ditujukan untuk mengelola limbah supaya tidak mencemari lingkungan. Sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan Lingkungan, air limbah yang dibuang ke lingkungan harus memenuhi beberapa syarat. Teknologi ini bisa diterapkan secara individu maupun untuk proyek besar seperti perusahaan. Kelebihan dari teknologi Biority yaitu ramah lingkungan dan tidak membutuhkan resapan, sehingga bisa lebih menghemat ruang. Pemasangan Biority juga cukup mudah dan cepat. Material yang digunakan untuk membuat teknologi ini tahan korosi jadi sangat awet. Dan yang terpenting air buangan bisa langsung dialirkan ke drainase umum.

 

Ultrafiltrasi


Ultrafiltrasi merupakan teknologi pengelolaan air bersih modern yang menggunakan membran semipermeable. Membran ini berfungsi untuk menyaring koloid dan berbagai macam molekul kecil yang berukuran 0,1-0,01 mikron. Teknologi ini mampu menggantikan peran teknologi sederhana seperti clarifier. Ada beberapa keunggulan yang diperoleh dari sistem ini. Ultrafiltrasi tidak membutuhkan ruangan yang cukup besar, jadi di tempat sempit pun masih bisa memasang teknologi ini. Tidak hanya itu, teknologi ini juga tidak menggunakan bahan kimia yang sering digunakan dalam clarifier seperti koagulan, floakulan, pengontrol pH, dan pembunuh bakteri. Daya tampung ultrafiltrasi juga cukup besar, yaitu maksimal 6000 liter untuk 1 batang.


Selain menggantikan fungsi clarifier, membran ultrafiltrasi juga sering digunakan dalam sistem reverse osmosis. Fungsi utamanya yaitu untuk menyaring Total Suspended Solid hingga 99%. Teknologi pengelolaan air bersih mempunyai dua tipe, yaitu Dead End Flow Ultrafiltration serta Cross Flow Ultrafiltration. Untuk tipe Dead End mempunyai keunggulan dapat menghemat air. Namun kelemahannya membran ini mudah kotor. Jadi anda harus rajin membersihkan membrane. Minimal 5 jam sekali anda harus membersihkan membrane. Teknologi ini sangat baik diterapkan pada kondisi air yang tidak terlalu banyak mengandung bakteri, koloid, dan protein. Kemudian untuk jenis kedua yaitu Cross Flow Ultrafiltration menggunakan sistem air yang dilewatkan menyamping. Teknologi ini banyak digunakan untuk saat ini karena penumpukan kotoran dapat diminimalkan. Akan tetapi Cross Flow tidak bisa menghemat air seperti Dead End. Teknologi ini menjadi solusi tepat untuk air dengan tingkat koloid tinggi.


Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman telah merilis beberapa teknologi pengelolaan limbah cair seperti Biorotasi yang merupakan instalasi pengelolaan air limbah rumah tangga non kakus. Melalui Biofilter dalam sistem ini, air olahan yang dihasilkan dapat kembali digunakan untuk kebutuhan umum. Lalu ada Biotour untuk instalasi daur ulang limbah. Teknologi pengelolaan air bersih ini juga ditujukan untuk mengelola air limbah rumah tangga. Dan air yang dihasilkan dari proses ini dapat digunakan kembali untuk kebutuhan rumah tangga. Selanjutnya teknologi Meralis atau instalasi pengolahan air limbah sistem kompak. Meralis tersusun atas reaktor kompak dengan sistem lumpur aktif dan filtrasi membran ultra airfit.


Teknologi berikutnya bernama Merotek berupa instalasi pengolahan air siap minum. Sistem ini sama-sama menggunakan membran dengan tekanan rendah. Kemudian ada pula teknologi pengelolaan air bersih berupa IPA Mobile yang digunakan untuk mengelola air dengan sistem portable. Teknologi ini sangat cocok untuk wilayah yang rawan bencana seperti banjir. Selain itu pemerintah juga telah mengembangkan Biority dan Ecotech Garden atau biasa disebut taman sanita. Ecotech Garden menjadi teknologi alternatif untuk mengolah air selokan dengan memanfaatkan tanaman air. Demikian informasi yang dapat admin pusatro berikan. Semoga menambah pengetahuan anda

Leave a Comment